Puisi "POHON RINDUKU" ...Oleh: Enry Sulistyorini,S.Pd
Rindu teruntuk yang terindu
Sabtu, 13 Desember 2014
"TANYA RINDUKU"
Sekeranjang aksara ini untukmu
kupenuhi dengan bunga" berwarna rindu
meski kau enggan menghirup harumnya
ku tetap petik satu persatu hingga memenuhi hatimu
kusisakan pupus pupus kasihmu
agar kelak bersemi kembali
berulang dan berulang tak pernah mati
terkadang ku tak peduli
di ladang manakah kusemai semua benih rinduku untukmu
asalkan jangan kau patahkan salah satu bunga rinduku
Namun...apa dayaku
jika ternyata kau tlah muak dengan seikat rinduku
yang tak lagi indah untukmu...
katakan itu dengan lantang..
cabut semua hingga ke akarnya...
agar ku tahu diri...
dan tak lagi kantongi benih bunga ini sebijipun...
maka kukan bakar semua keindahannya...
hingga tak lagi ada namamu di sana......
sekalipun itu hanya separuh benih rinduku untukmu...
~Enry Sulistyorini~
"PEMILIK HATI"
Aku pemetik daun aksara.....
Bukan penyaji aksara hangat tuk mengusik hati....
Juga bukan penyeduh aksara....
Yang tak pernah memahami takaran hati...
Apalagi hingga sakau aksara yang tak sadarkan diri
Kemana daun aksaraku ini kan kusuguhkan...
pastilah pada tuangan cawan yang berharga kesucian
Kar'na kemurnian aksara yang terjemur dimakan dera...
buktikan kematangan rasa tanpa cela
Bawa aroma ketegaran tanpa plin plan rasa sedikitpun...
kan mampu kau cium tanpa keraguan
bahwa yang kusajikan bukanlah serasa tuba
namun seteguk rasa manis bukan buatan...
Kini.....
Daun aksaraku benar" mengering...
sesuai janji seorang pemetik daun aksara
Tebarkan harum kenikmatan tak tertara
Tukmu pemilik hati terikrarku...
~Enry Sulistyorini~
Aku pemetik daun aksara.....
Bukan penyaji aksara hangat tuk mengusik hati....
Juga bukan penyeduh aksara....
Yang tak pernah memahami takaran hati...
Apalagi hingga sakau aksara yang tak sadarkan diri
Kemana daun aksaraku ini kan kusuguhkan...
pastilah pada tuangan cawan yang berharga kesucian
Kar'na kemurnian aksara yang terjemur dimakan dera...
buktikan kematangan rasa tanpa cela
Bawa aroma ketegaran tanpa plin plan rasa sedikitpun...
kan mampu kau cium tanpa keraguan
bahwa yang kusajikan bukanlah serasa tuba
namun seteguk rasa manis bukan buatan...
Kini.....
Daun aksaraku benar" mengering...
sesuai janji seorang pemetik daun aksara
Tebarkan harum kenikmatan tak tertara
Tukmu pemilik hati terikrarku...
~Enry Sulistyorini~
"POHON RINDUKU"
Pohon rinduku mulai bersemi...
Merimbun bahkan berbuah lebat...
Jika kau termasuk yang kurindu..
Petiklah buah rinduku yang begitu ranum dan matang..
Jangan kau rontokkan dedaunan rinduku
Kar'na disanalah tempatku berteduh
dari segala luruh aksara asaku...
Jangan pula kau lukis namamu pada kulit pohon rinduku
Karna dikambiumnyapun tersimpan sejuta rindu sahabatku
Jangan kau tebang apalagi kau siram tuba
Karna pohon rinduku kan layu....mengering.....
dan mati...
Sehingga tak lagi kudapati senyum rinduku pada pohon kukuhku
disetiap cabang dahan dan ranting" rindu santunku
rinduku untukmu.....
rinduku untuk kalian....
rinduku untuk yang kurindu....
rinduku untuk yang merinduku...
rinduku untukMU....
dalam kekal rindu.....
~Enry Sulistyorini~
Langganan:
Postingan (Atom)